Laman

Sabtu, 09 April 2011

JADI MILYARDER HANYA DENGAN MODAL Rp. 500.000,-

PROGRAM PERTANIAN BERKELANJUTAN


Yang di maksud dengan PERTANIAN BERKELANJUTAN adalah :
POLA PERTANIAN yang dikembangkan HCS untuk menciptakan sebuah sinergi/saling mendukung antara PERTANIAN, PETERNAKAN DAN PERIKANAN.
Pola yang dikembangkan HCS adalah murni Pola Organic yang tentu akan menghasilkan limbah Organik yang sangat bermanfaat bagi lingkungan.
Limbah yang dihasilkan dari sawah yang berupa JERAMI akan sangat bermanfaat un tuk bahan pokok Pakan Ternak. Demikian juga Limbah Organik yang dihasilkan ternak akan sangat bermanfaat untuk bahan dasar pupuk pertanian atau Bahan Pokok PAKAN IKAN BUDIDAYA.
Dengan begitu akan mnghasilkan siklus makanan yang berkesinambungan antara Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Dan jika itu telah terjadi seperti itu maka akan banyak sekali biaya-biaya yang bisa dihindari, seperti salah satunya adalah biaya untuk pembelian pupuk urea tanpa harus mengurangi jumlah hasil produksi, bahkan justru akan meningkatkan hasil sampai mendekati dua kali lipat.
Karena Hasil produksi meningkat dan biaya bisa ditekan tentu keuntungan akan makin meningkat pula, ditambah dengan limbah (Jerami/kotoran ternak) yang biasanya tidak begitu bermanfaat, maka dengan penerapan Pola ini, (Jerami/Kotoran Ternak) akan sangat dibutuhkan dan sangat bermanfaat.


PERTANIAN:
Dengan Pola Pertanian yang dikembangkan HCS, maka
1. Setelah 6 Periode tanam tidak perlu lagi menggunakan pupuk kimia/urea.
2. Pada Periode tanam pertama, pemakaian urea dikurangi 70%, pada Periode tanam ke-2 pemakaian urea dikurangi 80% dan pada Periode tanam ke-3 sampai ke-6 dikurangi 90%, dan pada periode tanam berikutnya sudah tidak perlu lagi memakai urea 100%.
3. Hasil panen meningkat tajam dari periode tanam sebelumnya
4. Biaya perawatan/pemupukan lebih rendah
5. Keuntungan makin berlipat.


PETERNAKAN
Masyarakat di negara kita ini kebanyakan adalah masyarakat petani dan peternak, namun kebanyakan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bisnis peternakan dan pertanian yamg mereka geluti.. Menjalankan tradisi yang sudah ada dengan ilmu pengetahuan seperlunya, itulah yangMereka terapkan tanpa disertai dengan inovasi-inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil agar lebih maksimal.

Ini adalah peluang bagi kita untuk menggeluti bisnis peternakan ini, terutama PENGGEMUKAN KAMBING GIBAS secara lebih Proffesional karena mempunyai potensi yang cukup besar asalkan dikelola dengan serius disertai dengan PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN yang cukup untuk beberapa hal yang berkaitan dengan Bisnis PENGGEMUKAN KAMBING GIBAS ini. Tentu kita harus Rajin mencari Inovasi-inovasi baru tentang Methode Penggemukan Kambing Gibas melalui berbagai macam sumber, terutama dari Pelatihan-pelatihan yang mungkin diselenggarakan oleh Dinas Terkait, atau Perusahaan-perusahaan yang PEDULI dengan hal ini.
Salah satunya adalah CV. HARAPAN CAHAYA SEJAHTERA (HCS) yang berkantor pusat di Kota Sidoarjo, dan Kantor Cabang di Kota Klaten, seringkali mengadakan PELATIHAN dengan maksud agar para Petani/Peternak benar-benar dapat menikmati hasil yang maksimal.

CV HCS dengan VISInya untuk Bersama-sama Sukses, dengan Cita-cita dan Harapan, serta Cahaya bagi kita untuk menuju ke Kehidupan yang lebih baik dan Sentosa.
Dengan MISI :
Memberikan Kesadaran untuk menjadi SDM yang Profesional dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Mencerdaskan dan meningkatkan Perekonomian Bangsa
Membentuk Etos Kewirausahaan.
Membantu masyarakat untuk menemukan POTENSI USAHA di Lingkungan sendiri.
Dan memang telah banyak berkiprah untuk menjadikan Peternak benar-benar menikamti hasil secara maksimal melalui PELATIHAN-PELATIHAN yang sering diadakan dengan tehnik-tehnik terbaru untuk meningkatkan Hasil dengan lebih Cepat TANPA MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA.

Tehnik yang digunakan tergolong masing sangat jarang digunakan di Kalangan Peternak, karena tergolong Cara Baru yang justru akan menghasilkan simbiosis mutualis antara Peternakan dan Pertanian, dan benar-benar dapat menghindarkan kebiasaan serta ketergantungan terhadap pertisida dan lain-lain yang justru akan sangat merugikan dalam jangka waktu panjang.

Tehnik penggemukan yang dikembangkan oleh CV HCS, memang harus melalui beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh PETERNAK agar dapat mengaplikasikan secara cermat untuk hasil maksimal
.




LANGKAH-LANGKAH YANG DIBUTUHKAN :

PEMBUATAN KANDANG.

Model Kandang yang dikembangkan HCS memang agak berbeda dengan kandang pada umumnya, terutama pada cara memberi makan dan penampungan kotoran.
Design Kandang dibuat sedemikian rupa agar pada saat makan posisi tubuh Kambing benar-benar dalam posisi yang baik, karena akan berpengaruh pada proses metabolism.

Penampungan kotoran juga di design khusus agar kotoran yang dihasilkan bisa dengan mudah dibersihkan untuk dikumpulkan agar bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organic yang tentu sangat bermanfaat untuk mengganti pupuk-pupuk kimia yang secara jangka panjang akan sangat merugikan para Petani maupun merugikan Lingkungan, karena pemakaian pupuk kimia akan merusak struktur tanah yang akan berpengaruh pada kesuburan tanah itu sendiri dan membahayakan Lingkungan secara umum. Dengan menggunakan pupuk organic yang baik disertai pengetahuan yang cukup untuk mengaplikasikan, tentu akan sangat berdampak pada ekosistem, mikroba maupun lingkungan hidup secara umum.
Oleh karena itu dengan adanya pola PENGGEMUKAN KAMBING methode terbaru ini akan berdampak positif di bidang Pertanian.

Untuk ukuran kandang yang paling ideal adalah 3meter x 1,5 meter untuk 10 ekor kambing, karena jenis Kambing Gibas adalah Jenis Kambing kelompok, maka ukuran yang terlalu lebar hanya akan memboroskan ruangan, karena jenis Kambing ini akan lebih suka bergerombol









PEMILIHAN BIBIT.
Pada saat memilih bibit memang harus berhati-hati dan teliti, karena kesalahan dalam pemilihan bibit akan berpengaruh pada hasil akhir yang bisa dinikmati oleh Peternak.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih agar benar-benar mendapatkan sesuai yang diharapkan. Adapun Kriteria yang harus diperhatikan adalah sbb:
1. Mata (pilih mata yang bening, bukan yang kemerahan)
2. Mulut (pilih yang bersih dan tidak berlendir)
3. Tulang belakang (bentuk yang lurus, tidak melengkung ke bawah)
4. Wilayah dada (bentuknya agak menonjol)
5. Ekor (bentuk yang melebar, bukan yang berbentuk seperti cambuk)

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk yang ekornya berbentuk cambuk, hasilnya tidak bisa maksimal, kecepatan pembentukan daging terlalu lamban.
Sedangkan untuk yang ekor lebar telah dirasakan oleh beberapa peternak, bahwa hasilnya lebih maksimal dan target penggemukan selama 3 bulan bisa terwujud.

Perlu diperhatikan bahwa untuk pemilihan Bibit, usia kambing harus sudah mencapai 4 bulan , dengan pertimbangan bahwa mulai usia 4 bulan, tubuh kambing telah berkonsentrasi pada pembentukan daging, sehingga akan lebih mudah digemukkan. Jika usia kambing masih di bawah 4 tahun, tubuh kambing masih dala proses pembentukan tulang, sehingga untuk digemukkan akan memakan waktu yang lebih lama, dan tentu akan mempengaruhi perputaran modal yang telah kita keluarkan.
\Terlalu lama memelihara akan berakibat pada PERPUTARAN MODAL YANG KURANG CEPAT, Cost Operasional akan semakin tinggi, dan tentu mempengaruhi PROFIT YANG AKAN KITA TERIMA.



PEMBUATAN PAKAN.
Ada beberapa jenis bahan dasar untuk pembuatan pakan yang bisa dipilih, disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Jika di lingkungan banyak terdapat jerami, maka sebagai bahan dasar makanan, bisa menggunakan jerami.
Adapun beberapa jenis bahan yang bisa dipakai untuk bahan dasar pembuatan makanan kambing tersebut, antara lain :
Jerami, dari tanaman pertanian (padi, jagung, tebu, kedelai dll)
Kulit umbi-umbian (Kulit singkong, ubi jalar dll)
Kulit kacang-kacangan (kulit kacang tanah, kulit kopi dll).
Sayur-sayuran (untuk menekan biaya, bisa menggunakan sisa-sisa sayur dari pasar)
Daun-daunan, baik yang masih basah maupun yang telah kering

Terlebih dahulu bahan dasar harus difermentasi sebelum diberikan pada kambing. Waktu yang dibutuhkan berbeda beda antara bahan dasar yang satu dengan yang lain.
Untuk jenis-jenis bahan kering, proses fermentasi membutuhkan waktu 24 jam, sedangkan untuk jenis-jenis basah (daun basah/hijau) hanya membutuhkan waktu 3 jam dan telah siap diberikan pada Kambing.





PEMELIHARAAN KESEHATAN

Untuk memelihara Kesehatan Ternak Kambing dengan metode ini cenderung lebih mudah, karena consentrat yang dimakan setiap hari, telah memenuhi standart kecukupan GIZI atau gampangnya istilah “Empat sehat lima sempurna, tentu Kambing lebih tahan terhadap serangan penyakit, namun jika ternyata tetap ada yang terserang penyakit, maka kita memang harus segera mengambil langkah-langkah penyembuhan.

Di dalam Training yang di selenggarakan CV HCS, hal itu akan dibahas secara detil agar resiko kematian bisa ditekan dengan prosentase minimal. Bahkan dalam praktek aplikasi di lapangan justru sering terjadi tingkat kematian sampai 0%.
Hal itu sangat mungkin terwujud selama Peternak tidak merubah teori-teori yang telah di dapat dari Pelatihan dengan hal-hal yang sifatnya masih coba-coba.

Jika pemeliharaan baik dan pengolahan konsentrat makanan sempurna maka, bau kambing yang biasanya menyengat akan hilang dan cenderung tidak berbau.
Demikian juga dengan bau kandang, dengan sendirinya akan terbebas dari bau kotoran yang sangat mengganggu lingkungan.
Melihat kenyataan seperti itu, maka untuk PENGGEMUKAN KAMBING dengan cara ini bisa juga diterapkan di Wilayah Pinggiran Kota.


MASA PANEN

Panen bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali setelah berat badan kambing mencapai sandart berat badan yang kita inginkan agar target Harga Jual yang telah kita tentukan akan dapat tercapai.
Untuk idealnya Target Harga yang harus terealisir adalah Harga akan mencapai minimal Rp. 1.000.000,- per ekor setelah kita pelihara selama 3 bulan.
Untuk usia 4 bulan, harga pasar saat ini tidak lebih dari Rp. 425.000,- per ekor
Dengan demikian proyeksi hasil yang akan Kita terima 3 bulan yang akan dating adalah sebagai berikut :
Harga jual Rp. 1.000.000,-
Modal Kambing Rp. 425.000,-
Biaya pakan Rp. 900.- x 3 bulan = Rp. 81.000.-
Rp. 506.000,-
Jumlah keuntungan kotor Rp. 494.000,-

Jumlah Keutungan tersebut belum dikurangi dengan biaya lain-lain yang pasti timbul. Tentu keuntungan tersebut akan sangat kita rasakan manfaatnya jika kita tidak hanya memelihara 1 ekor.

Jika memelihara 10 ekor, tentu nilai keuntungan tersebut tinggal mengalikan sesuai dengan jumlah kambing yang kita miliki. Misalnya punya 10 ekor berarti keuntungan kotor yang akan diterima sebesar
Rp. 494.000,- x 10 = Rp. 4.940.000,-
Hasil yang cukup prospektif untuk tahap-tahap awal.



PROGRAM PETERNAK MILYARDER

Untuk mengikuti kontes ini, Anda bisa memulai dengan Modal yang terkecil sekalipun, yaitu satu ekor
Dengan TARGET telah jadi Milyader 3 tahun kemudian.
Bagaimana mewujudkan itu?

Jika Anda memulai dengan 1 ekor tentu tidak mungkin langsung Panen besar dalan 3 bulan. Anda harus melakukan sirkulasi Modal dengan seksama setiap tri wulan dengan cara HASIL penjualan Kambing yang telah di panen akan langsung digunakan untuk pembibitan lagi dengan rumus 1 ekor kambing besar dijual, hasil penjualan akan dibelikan 2 ekor kambing bibit (usia 4 bulan).

Inilah yang akan terjadi selama 3 tahun ke depan :








KESIMPULAN :

Dari 1 ekor yang Anda kembangkan selama 3 tahun akan berkembang menjadi 4.192 ekor, Jika harga jual per ekor Rp. 1.000.000,- maka nilai kambing anda saat itu adalah Rp.1.000.000,- x 4.192 = Rp. 4.192.000.000,-

Ini bukan hanya teori TAPI BISA ANDA WUJUDKAN DENGAN USAHA YANG SERIUS dan KEMAUAN YANG KUAT



PERIKANAN

Kotoran ternak/Kambing yang telah dikembangkan denga Pola HCS, sangat bagus untuk bahan pakan ikan budidaya, baik yang budidaya di Tambak maupun di Kolam, karena kotoran yang telah diolah sedemikian rupa dengan resep HCS maka akan memicu pertumbuhan mikro plankton sebagai makanan ikan.
Jika mikro plankton berlimpah maka petumbuhan ikan secara alami akan lebih cepat, dan tentu panenpun akan lebih cepat dengan hasil yang lebih menggembirakan.
Makin cepat panen, tentu akan mengurangi biaya operasional. Jika hasil lebih meningkat, maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih meningkat pula.
Dengan demikian akan terjadi peningkatan hasil yang sangat signifikan jika pola ini benar-benar diterapkan.




BAGAIMANA CARA MEMULAI…???

Ada kata-kata bijak yang mengatakan “Ilmu tanpa PRAKTEK sia-sia, Praktek tanpa ILMU akan buta”
Langkah yang perlu anda lakukan adalah :

1. Mengikuti Training yang diselenggarakan HCS
(Biaya Training, sample produk, jasa pendamping Rp. 600.000,-)

2. Secepatnya lakukan praktek dengan memelihara sendiri walau hanya dalam jumlah terekecil (1 ekor)

3. Lakukan Penerapan teori sesuai dengan yang Anda dapatkan dalam Training, (jangan mencoba berspekulasi dengan teori baru yang belum pernah di uji coba

4. Lakukan konsultasi dengan Pendamping jika tidak memahami suatu masalah yang timbul.


Ini semua adalah hal yang SANGAT MUNGKIN ANDA LAKUKAN, dengan kata lain 3 tahun yang akan dating ANDA AKAN JADI MILYARDER.



Jika Anda berminat memulai……..?

Anda bisa menghubungi :

Agus S.Hd.

HP. 087854559889, 082142875877

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar